Jakarta dan Urbanisasi



Related image

Dikutip dari www.geografi.org, Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari kawasan perdesaan ke wilayah perkotaan, sedangkan orang yang melakukan urbanisasi dinamakan urbanisan. Sebaliknya, ruralisasi merupakan bentuk perpindahan penduduk dari kota ke desa.
Gejala urbanisasi berawal dari adanya ketidak merataan pembangunan antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Di perkotaan, peningkatan ekonomi maupun pembangunan akan berjalan relatif lebih cepat dan merambah ke hamper semua sector kehidupan.

Sedangkan, Menurut Prof.Dr.Herlianto, urbanisasi adalah:

  1. Proses pertumbuhan daerah pertanian / pedesaan menjadi perkotaan.
  2. Daerah pedesaan yang berkembang menuju kota atau desa yang mempunyai ciri-ciri seperti kota.
  3. Proses yang dialami manusia dari bentuk kehidupan agraris pedesaan menjadi kehidupan industri perkotaan.
  4. Proses perpindahaan penduduk dari desa ke kota atau dari pekerjaan pertanian di desa ke pekerjaan industri di kota.

Faktor Penarik Urbanisasi
1.     Kehidupan kota yang lebih modern
2.     Sarana &prasarana kota lebih lengkap
3.     Banyaknya jenis lapangan pekerjaan di kota
4.     Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas


Faktor Pendorong Urbanisasi
1.     Lahan bercocok tanam semakin sempit
2.     Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3.     Menganggur karena tidak banyaknya jenis lapangan pekerjaan di desa
4.     Terbatasnya sarana dan prasarana
5.     Memiliki impian untuk memperbaiki kehidupan


Urbanisasi sendiri dapat membawa dampak positif maupun negatif untuk kota tersebut, seperti yang tertera dibawah ini :

Manfaat/Dampak Positif
  • Terpenuhinya Jumlah Tenaga Kerja
  • Meningkatnya Kemajuan dan Taraf Hidup Masyarakat di Perkotaan
Kerugian/Dampak Negatif
  • Berkurangnya Lahan atau Pemanfaatan Lahan yang Kurang Tepat
  • Pengangguran dan Meningkatnya Kerawanan Sosial

Dilansir dari news.metrotvnews.com pada tahun 2017, menyatakan bahwa Perpindahan masyarakat daerah ke Jakarta dalam lima tahun terakhir meningkat. Kecenderungannya, masyarakat daerah lain masuk Jakarta memanfaatkan momentum mudik Lebaran.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah DKI Jakarta mengantongi data jumlah pemudik setiap tahun. Data itu akan dibandingkan dengan jumlah arus balik setelah Lebaran untuk mengetahui angka pendatang baru.

Berdasarkan data Disdukcapil dibawah ini :

Dapat disimpulkan bahwa urbanisasi terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan pemantauan dan pengawasan tahun-tahun sebelumnya, mayoritas pendatang baru menuju Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Di tiga kota itu, pendatang baru menilai banyak peluang bekerja.

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Penduduk Provinsi Aceh (2012-2016)

Review Jurnal Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android Pada Mata Kuliah Kecerdasan Buatan | Tugas 3 Pengantar Teknologi Sistem Cerdas |

Indonesia dan Kerja Bakti

Aplikasi Manajemen Proyek (Wrike)

Teknologi Sistem Cerdas